Proses dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik - Tanah Kavling Jogja, Jual Beli Tanah Kavling, Memilih Tanah Kavlingan, Investasi Tanah Kavling
true

Proses dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik

Biaya pembuatan sertifikat tanah dari girik tentu sedikit berbeda dengan pembuatan sertifikat tanah yang bukan girik. Hal ini berkaitan dengan status dan proses pengalihan nama tanah girik yang tidak bisa disamakan dengan status dan proses pengalihan nama jenis tanah yang lain. Untuk lebih jelasnya mengenai tanah girik dan contoh surat girik, simak penjelasan berikut ini.
Proses dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik
Tanah girik merupakan salah satu jenis tanah yang berupa tanah adat, atau tanah yang belum menjadi milik dari salah satu pemegang hak tanah tertentu. Tanah girik belum memiliki hak milik, hak guna bangunan, maupun hak guna usaha. Tanah girik juga memang belum terdaftar secara resmi di kantor pertanahan setempat. Beberapa masyarakat biasanya juga menyebut tanah girik sebagai tanah ketitir atau tanah petok D.
Karena status tersebut, maka jika ada seseorang yang menempati tanah girik dan akan menjualnya, proses jual beli tanah girik haruslah dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Tanah girik harus diurus sertifikatnya terlebih dahulu agar menjadi hak milik, baru dari hak milik tersebut proses jual beli tanah girik dapat dilaksanakan.
Untuk membuat atau melakukan sertifikasi tanah girik, prosesnya diatur pada Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah. Tanah girik yang akan disertifikatkan perlu dilengkapi dengan bukti dan dikumen tertulis yang benar-benar akurat. Biasanya bukti-bukti tersebut meliputi surat keterangan saksi atau surat pernyataan yang menyebutkan bahwa tanah tersebut memang layak untuk didaftarkan haknya oleh pemegang hak.
Untuk lebih jelasnya, simak beberapa tahapan dalam mengurus sertifikat tanah girik berikut ini.
1.      Mengurus surat keterangan
Surat keterangan yang diurus untuk mendapatkan sertifikat tanah adalah surat keterangan girik dari kelurahan atau surat rekomendasi dari kelurahan mengenai tanah tersebut. Yang kedua, pemohon harus melampirkan juga surat pernyataan bahwa tanah girik tersebut tidak dalam keadaan sengketa atau disengketakan.
2.      Mendaftar untuk tinjauan lokasi dan pengukuran
Pemohon harus mendaftarkan tanah girik tersebut di BPN untuk dilakukan tinjauan langsung dan pengukuran di lokasi. proses pembuatan surat ukur atau surat peta bidang ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Dalam pendaftaran ini sertakan dokumen lain sebagai contoh surat tanah girik atau surat lainnya yang berguna untuk keperluan konversi. Biaya yang perlu dikeluarkan pada tahap ini adalah sekitar Rp 50.000.
3.      Pengukuran dan tinjauan lokasi oleh BPN
Setelah mendaftarkan tanah untuk tinjauan lokasi dan pengukuran, jika prosesnya tepat, maka BPN akan melakukan cek lapangan yang disertai pengukuran di lokasi. Untuk tahap ini, pemohon akan dikenakan biaya pengukuran dan biaya pemeriksaan tanah. Biaya pengukuran (Tu) dihitung dengan rumus = (luas tanah / 500 x HSBKu) + 100.000. Sedangkan biaya pemeriksaan tanah (Tpa) dihitung dengan rumus = (luas tanah / 500 x HSBKpa) + 350.000.
4.      Penerbitan gambar situasi baru
Setelah itu, BPN akan mengeluarkan gambar situasi baru yang kemudian perlu disahkan terlebih dahulu.
5.      Pembayaran BPHTB
Setelah itu, pemohon wajib membayar biaya pembuatan sertifikat tanah dari girik yang berupa pembayaran terhadap Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sesuai dengan luasan yang tercantum pada gambar situasi baru. Untuk biaya BPHTB dihitung sebesar 5% dari (NPOP – NPOPTKP).
6.      Proses pertimbangan panitia A
7.      Penerbitan SK Pemilikan Tanah
8.      Pembayaran uang pemasukan ke negara (SPS)
9.      Sertifikat tanah terbit
Itulah beberapa proses yang perlu dilakukan untuk mengurus sertifikat tanah girik. Seperti yang diketahui di atas, bahwa ada beberapa biaya yang perlu dikeluarkan dalam pengurusan tanah, maka perlu diketahui bagaimana proses perhitungan masing-masing biaya tersebut.
Untuk lebih jelasnya mengenai biaya sertifikat tanah dalam proses sertifikasi tanah girik ini, berikut ini ada satu contoh yang bisa menjelaskan beberapa besaran biaya yang dibutuhkan. Misalnya ada sebidang tanah dengan luas 300 meter persegi yang akan diambil dengan harga 200 juta. Maka, biaya yang harus dikeluarkan antara lain:
·         Biaya pendaftaran = 50.000
·         Biaya pengukuran (Tu)           = (luas tanah / 500 x HSBKu) + 100.000
= (300 / 500 x 80.000) + 100.000
= 148.000
·         Biaya pemeriksaan tanah (Tpa)           = (luas tanah / 500 x HSBKpa) + 350.000
= (300 / 500 x 67.000) + 350.000
= 390.000
·         Biaya transport dan makan petugas ukur (optional). Anggap saja sekitar 250.000.
·         BPHTB           = 5% (NPOP – NPOPTKP)
= 5% (200.000.000 – 60.000.000)
= 7.000.000
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai proses dan biaya pembuatan sertifikat tanah dari girik. Semoga artikel ini benar-benar dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan untuk banyak pihak.
Proses dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari Girik

Post a Comment

About Us

Tanah Kavling

Jogja


Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



Hubungi Kami

Name

Email *

Message *