Jenis dan Tata Cara Jual Beli Tanah Kavling - Tanah Kavling Jogja, Jual Beli Tanah Kavling, Memilih Tanah Kavlingan, Investasi Tanah Kavling
true

Jenis dan Tata Cara Jual Beli Tanah Kavling

Tata cara jual beli tanah kavling sedikit berbeda dengan tata cara jual beli tanah biasa. Hal ini dikarenakan tanah kavling biasanya sudah dikembangkan oleh developer atau perusahaan properti. Selain itu, tanah kavling juga memiliki banyak jenis yang perlu diketahui. Maka, sebelum memutuskan untuk mengurus tata cara jual beli tanah kavling, ada baiknya menyimak beberapa hal berikut ini.
Tiga Jenis Tanah Kavling
Tanah kavling merupakan jenis tanah yang sudah dipetak-petak oleh pihak pengembang atau perusahaan properti. Biasanya tanah kavling sudah dilengkapi dengan fasilitas jalan atau lainnya yang menyebabkan harga jual tanahnya lebih mahal daripada tanah los biasa. Tanah kavling biasanya diperuntukkan permukiman atau bangunan komersial seperti ruko. Sebelum mengetahui tata cara membeli tanah kavling, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis tanah kavling:
1.      Cul de Sac Lot
Jenis tanah kavling ini diambil dari istilah Perancis yang berarti tanah kosong di jalan buntu. Tanah kavling jenis ini memiliki bagian depan yang sempit, namun melebar di sisi belakang. Biasanya lokasi tanah kavling ini berada di gang atau jalan buntu.
Keuntungan tanah kavling di lingkungan seperti ini adalah lebih aman, karena jalan masuk hanya ada satu sisi. Selain itu, bangunan di sana akan jauh dari keramaian jalan raya, sehingga cocok untuk permukiman. Namun kelemahannya adalah karena aksesnya yang bisa jadi cukup sulit. Apalagi jika jalan masuk ke kawasan terbilang sempit. Akan susah untuk memarkir kendaraan.
2.      Interior Lot
Jenis tanah kavling ini disebut juga dengan istilah klaster. Di Indonesia, kavling jenis ini banyak ditemui sehingga prosedur membeli tanah kavling jenis kavling sudah bukan perkara yang asing di telinga. Biasanya ada sistem blok atau klaster yang dipisahkan oleh jalan di dalam kavling. Tanah kavling klaster biasanya juga memakai sistem one gate atau satu pintu masuk, sehingga lebih aman dan tidak bising. Namun kelemahannya adalah biasanya rumah-rumah akan berdempetan dan tidak ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah.
3.      T-intersection Lot
Di Indonesia, teknik kavling ini dinamakan teknik tusuk sate. Biasanya kavling tusuk sate cocok untuk pelaku usaha dan bisnis, karena lebih mudah dilihat oleh orang. Untuk hunian, tusuk sate ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain kebisingan yang tinggi, serta keamanan dan privasi yang kurang terjaga.
Tata Cara Jual Beli Tanah Kavling
Sebenarnya tata cara jual beli tanah kavling sama dengan cara jual beli tanah biasa. Yang membedakan adalah dari harga dan penjualnya yang merupakan perusahaan pengembang atau properti. Tanah kavling memiliki keunggulan yang lebih rapi dan biasanya sudah dilengkapi fasilitas jalan yang baik. Wajar jika harganya mahal. Maka, untuk calon pembeli yang ingin memiliki tanah kavling, perhatikan tips jual beli tanah kavling berikut ini:
1.      Perhatikan faktor legalitas dan kelengkapan izin perusahaan
Hal ini sangat penting, karena dengan membeli tanah kavling dari sebuah perusahaan, berarti pembeli secara tidak langsung mempercayakan hak atas tanahnya kepada orang lain. Maka dari itu, pastikan bahwa perusahaan tersebut benar-benar perusahaan yang terpercaya. Pastikan juga bahwa perusahaan memang telah mendapatkan izin yang resmi untuk menggarap siteplan tanah tersebut dari dinas KIMPRASWIL.
2.      Jika tanah kavling sudah memiliki sertifikat
Jika tanah sudah bersertifikat, pastikan bahwa sertifikat tersebut memang benar-benar asli dan sah. Caranya adalah dengan mengecek di Badan Pertanahan Nasional. Pengecekan itu bisa dilakukan seorang diri oleh calon pembeli, dan bisa juga dengan dibarengi pihak perusahaan pengembang.
3.      Jika tanah kavling masih ditangguhkan ke bank
Dalam kasus ini, lebih baik dilakukan pelepasan Hak Tanggungan. Biasanya proses pelepasan hak tanggungan ini harus dilakukan pelunasan atas biaya hak tanggungan tersebut. Cara jual beli tanah kavling dengan sistem ini disebut dengan roya.
4.      Jika tanah kavling belum memiliki sertifikat
Jika tanah masih diurus sertifikatnya oleh pihak pengembang, maka gunakan saksi dari notaris untuk melakukan transaksi jual beli. Ajukan atau sepakati ketentuan-ketentuan yang berlaku, mulai dari jangka waktu, proses pembayaran, tata cara pembatalan, hingga bagaimana cara pengembalian dana jika pembeli batal melakukan transaksi. Hal ini akan lebih aman. Pastikan juga bahwa ada Bukti Pengukuran yang dimiliki perusahaan dari Badan Pertanahan Nasional.
5.      Jika tanah kavling masih berupa leter C atau sertifikatnya masih tanah sawah
Dalam kasus ini, sebaiknya pembeli menunggu SK alih fungsi tanah benar-benar didapatkan oleh pihak pengembang. Jangan terburu-buru membeli tanah yang statusnya belum resmi menjadi tanah kavling, walaupun harganya relatif lebih murah. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan perusahaan pengembang.

Itulah jenis-jenis tanah kavling dan tata cara jual beli tanah kavling yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.
Jenis dan Tata Cara Jual Beli Tanah Kavling

Post a Comment

About Us

Tanah Kavling

Jogja


Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



Hubungi Kami

Name

Email *

Message *