Jenis dan Contoh Tanah Kavling Berbeda-Beda - Tanah Kavling Jogja, Jual Beli Tanah Kavling, Memilih Tanah Kavlingan, Investasi Tanah Kavling
true

Jenis dan Contoh Tanah Kavling Berbeda-Beda

Contoh tanah kavling yang paling mudah ditemui adalah tanah yang berada di perumahan, karena semua perumahan pasti menggunakan sistem kavling. Pengertian tanah kaplingan itu sendiri merupakan tanah luas yang sudah dipetak atau dibagi dengan ukuran tertentu. Tanah kavling memiliki beberapa jenis dan contoh.
5 Jenis dan Contoh Tanah Kavling
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tanah kavling merupakan jenis tanah yang sudah dibagi sesuai dengan ukuran tertentu. Tanah kavling memiliki tatanan yang berbeda-beda di setiap perumahan atau setiap kawasan, karena semua itu tergantung dari bentuk kawasan itu sendiri. Secara umum, ukuran standar tanah kavling juga berbeda-beda, karena ada tanah kavling yang luas dan ada yang sempit.
Berikut ini beberapa jenis dan contoh tanah kavling yang berkembang saat ini.
1.      Tipe Cul De Sac Lot
Istilah Cul De Sac Lot diambil dari bahasa Perancis. Artinya adalah jalan buntu. Tanah kavling ini memang berada di sebuah jalan buntu yang hanya bisa diakses dari satu arah saja. Beberapa keunggulan yang dimilikinya, diantaranya:
·         Cocok dijadikan permukiman atau rumah tinggal.
·         Faktor keamanan yang baik karena hanya bisa diakses dari satu arah
·         Kehidupan bertetangga bisa nyaman, karena arah hadap rumah cenderung terfokus pada satu titik.
·         Berada jauh dari jalan raya utama sehingga kebisingan rendah
Sedangkan kekurangannya antara lain:
·         Akses hanya dari satu sisi menyebabkan kesulitan parkir, terutama untuk parkir mobil.
·         Pintu masuk yang tidak leluasa karena kurang luas.
2.      Tipe T-intersection Lot
Seperti namanya, kavling jenis ini berada di tengah persimpangan jalan yang bentuknya T atau pertigaan jalan. Singkatnya, kavling ini adalah kavling tusuk sate. Beberapa keunggulannya, seperti berikut:
·         Lebih cocok untuk bangunan komersial. Jika dibangun rumah, rumah bisa dipakai untuk membuka usaha, seperti toko atau tempat makan.
·         Mudah menarik perhatian orang yang lewat di jalan, karena berada di tiga titik pertemuan jalan.
·         Biasanya mudah untuk memarkirkan kendaraan.
Sedangkan kekurangan kavling tusuk sate antara lain:
·         Keamanan yang kurang bisa terjamin
·         Berada di persimpangan jalan membuat kebisingan akan sangat mengganggu.
·         Sorot lampu dari kendaraan akan mengganggu, utamanya dari jalan yang tegak lurus dari arah depan.
·         Tidak cocok untuk tempat tinggal. Jika ingin membangun rumah di kavling ini, ada baiknya meletakkan area privat di bagian belakang.
3.      Tipe Corner Lot
Seperti namanya, tipe kavling jenis ini merupakan tipe kavling yang berada di sudut jalan. Biasanya ukurannya lebih besar daripada kavling lainnya. Selain itu, kavling ini berbatasan dengan dua muka jalan. Harga kavling sudut juga biasanya lebih mahal, karena memiliki beberapa keunggulan, seperti di bawah ini:
·         Bisa memiliki dua pintu masuk
·         Area parkir yang cukup luas, karena biasanya ada dua pintu masuknya.
·         Cocok untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial
·         Ukuran kavling yang lebih luas dari kavling yang berada di tengah.
Sedangkan kekurangan dari kavling pojok atau sudut antara lain:
·         Butuh biaya perawatan dan pemeliharaan yang lebih besar.
·         Cenderung kurang aman, karena bisa dimasuki dari dua pintu.
·         Kebisingan yang lebih tinggi karena berada di persimpangan jalan.

4.      Tipe Interior Lot
Tipe ini merupakan kavling yang berada di tengah sebuah blok atau klater. Tipe ini biasanya memanjang ke belakang. Namun ada juga beberapa ukuran yang lebih proporsional atau memanjang ke samping. Tipe ini adalah tipe kavling yang paling banyak dalam sebuah perumahan atau kawasan.
Keunggulan interior lot antara lain:
·         Keamanan bisa dipantau dengan baik.
·         Kebisingan relatif rendah karena sudah terfilter dengan kepadatan bangunan.
·         Bersifat lebih privasi
·         Relatif tidak membutuhkan biaya perawatan yang banyak
Sedangkan kekurangan dari kavling tipe interior lot adalah:
·         Kurang adanya sirkulasi udara yang baik. Apalagi jika bangunan tidak didesain dengan baik.
·         Pemandangan hanya bisa didapatkan dari satu sisi dan terlalu monoton.
5.      Tipe Key Lot
Kavling key lot merupakan jenis kavling yang berada di tengah klaster dengan ukuran yang melebihi kavling di kanan dan kirinya. Umumnya, ukuran key lot lebih panjang ke belakang daripada dua kavling yang berada di kanan dan kirinya. Adapun keunggulan dari tipe key lot ini adalah:
·         Area parkir bisa luas, karena bangunan biasanya dibangun lebih jauh dari jalan.
·         Cenderung tenang karena taman depan bisa luas.
·         Keamanan cukup terpantau
·         Sifatnya lebih privasi
Sedangkan kekurangan dari kavling tipe key lot adalah:
·         Bentuk kavling memanjang ke belakang sehingga cenderung susah diolah. Namun, keberadaan taman belakang bisa membantu sebagai solusi.
·         Hanya memiliki satu sudut pandang
Itulah penjelasan mengenai lima jenis dan contoh tanah kavling yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat.
Jenis dan Contoh Tanah Kavling Berbeda-Beda

Post a Comment

About Us

Tanah Kavling

Jogja


Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



Hubungi Kami

Name

Email *

Message *