5 Cara Memilih Tanah Kavling Murah - Tanah Kavling Jogja, Jual Beli Tanah Kavling, Memilih Tanah Kavlingan, Investasi Tanah Kavling
true

5 Cara Memilih Tanah Kavling Murah

Memilih tanah kavling murah tentu akan memberikan banyak keuntungan, karena selama ini tanah kavling memang cenderung mahal. Hal ini dikarenakan tanah kavling memang sudah tertata rapi dan biasanya sudah ada akses jalan yang memadahi. Jika ingin memiliki tanah kavling murah, ada baiknya menyimak beberapa langkah penting berikut ini.
Cara Memilih Tanah Kavling Murah
Definisi tanah kavling adalah jenis tanah yang sudah dipetak dan dibagi berdasarkan ukuran tanah yang diinginkan dan biasanya sudah memiliki akses jalan yang baik. Tanah kavling banyak diminati, terutama di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena tanah kavling terbilang praktis dan harga jual kembalinya juga cenderung mahal.
Namun, tanah kavling harganya tentu lebih mahal daripada tanah biasa. Oleh karena itu sebaiknya sebelum membeli tanah kavling, perlu diperhatikan beberapa cara berlikut ini agar tidak ada penyesalan di kemudian hari:
1.      Perhatikan kondisi tanah
Dalam memilih tanah kavling murah, hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah kondisi tanah. Tanah yang akan dibeli perlu diperhatikan kelayakannya, baik secara fisik, ekonomi, ataupun sosial. Secara fisik, tanah harus dicek ukurannya, batas-batasnya, kestabilan tanahnya, konturnya, kemiringannya, dan sebagainya.
Secara ekonomi, tanah perlu dicek apakah lokasinya potensial untuk dijual kembali di masa yang akan datang. Selain itu, perhatikan fasilitas umum apa saja yang berada di sekitar lokasi, karena fasilitas umum di sekitar lokasi akan meningkatkan harga jual tanah di kemudian hari. Bukan hanya itu, fasilitas umum di sekitar lokasi akan memudahkan kehidupan sehari-hari jika nanti akan dibangun sebuah rumah.
Secara sosial, tanah juga perlu dicek kenyamanannya, terutama keamanannya. Selain itu, perhatikan juga di lingkungan sosial seperti apa tanah tersebut berada. Apakah lingkungan di sana ramai dan sudah memiliki tetangga kanan kiri, dan sebagainya.
2.      Periksa surat tanah
Surat tanah merupakan satu hal yang wajib diperiksa sebelum menentukan untuk membeli sebuah tanah. Surat tanah akan memberikan banyak informasi yang dibutuhkan calon pembeli untuk semakin memantapkan hati. Calon pembeli bisa melihat siapa yang memiliki tanah saat ini, status kepemilikan tanah, dan juga hak atas tanah yang ada di sana.
Hal ini tentu penting, karena hak atas tanah itu bermacam-macam. Percuma jika membeli tanah untuk rumah jika hak atas tanah yang ada di dalam sertifikat ternyata adalah hak guna usaha. Begitu pula sebaliknya. Demikian pula dengan luas tanah yang tercantum di dalam sertifikat. Periksa apakah luasnya sesuai dengan tanah di lapangan. Oleh karena itu, sertifikat atau surat tanah itu merupakan salah satu hal yang wajib diperiksa.
3.      Cek keabsahan tanah
Dimana pun tanah kavling itu berada, baik tanah kavling yang dijual perseorangan, atau beli tanah kavling di perumahan, harap selalu dicek dulu keabsahan tanahnya. Cara untuk mengecek keabsahan tanah tersebut adalah dengan mendatangi Badan Pertanahan Nasional. Di sana calon pembeli bisa memeriksa secara jelas mengenai status tanah, riwayat tanah, dan juga hak atas tanah pada tanah tersebut.
Hal ini perlu dilakukan, karena saat ini juga ada beberapa perusahaan yang sudah menjual tanah kavlingnya walaupun sebenarnya tanah tersebut belum sah secara hukum untuk diperjualbelikan. Oleh karena itu, lebih baik berhati-hati.

4.      Buat surat AJB
Jika pembeli sudah sepakat akan membeli tanah tersebut, pembeli dan penjual harus mengurus surat Akta Jual Beli tanah terlebih dahulu. Pembuatan surat AJB ini bisa dilakukan dengan petugas PPAT. Selama membuat surat AJB, diperlukan syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah pelunasan pembayaran pajak. Penjual harus membayar PPh, sedangkan pembeli harus membayar BPHTB.
Proses pembuatan AJB ini pun harus dilakukan secara terang dan tunai, yang mana harus ada saksi dalam penandatanganan surat tersebut. Biasanya saksi yang dimaksud adalah saksi notaris dan PPAT. Setelah proses pembuatan AJB selesai, barulah proses balik nama bisa dilakukan.
5.      Serahkan bekas ke BPN
Langkah terakhir dalam mengurus sertifikat tanah kavling adalah menyerahkan semua berkas ke BPN untuk prosedur balik nama. Proses balik nama ini merupakan satu proses utama dari jual beli tanah, yang mana nama pemilik tanah akan berganti dari penjual ke pembeli. Hal ini sangat perlu untuk dilakukan, karena pembeli telah mendapatkan hak untuk memiliki tanah tersebut. Pembuatan prosedur balik nama ini dilakukan di BPN.
Itulah beberapa hal tentang cara memilih tanah kavling murah yang bisa dilakukan agar tidak ada penyesalan di depan nanti. Selain itu cara ini juga penting, yaitu agar transaksi bisa dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Semoga bermanfaat.
5 Cara Memilih Tanah Kavling Murah

Post a Comment

About Us

Tanah Kavling

Jogja


Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



Hubungi Kami

Name

Email *

Message *